Tampilkan postingan dengan label Mayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mayat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

Pembangkit Listrik Tenaga Mayat

PORTAL INFO UNIK-75 persen Jenazah di Inggris lebih banyak dikremasi dari pada dikubur. Kreamatorium di Inggris sering kali mendapat sorotan karena polusi udara yang mereka sumbangkan dari hasil pembakaran mayat. Sering kali banyak anggota keluarga yang tidak ingat bahwa jenazah kerabat mereka pernah memiliki tambalan di gigi, asap pembakarannya yang mengandung merkuri kini menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Tentu saja hal ini tidak dapat dipandang sebelah mata, karena merkuri adalah zat yang berpotensi merusak otak, ginjal, saraf dan janin manusia. Dan 16 persen zat merkuri yang berkeliaran di Inggris ironisnya disumbangkan oleh jenazah-jenazah yang sudah dibakar di krematorium.

Kamis, 15 Maret 2012

Hasil Penelitian, Mayat Seorang Perokok Lebih Lama Terurai

PORTAL INFO UNIK-Di dalam kubur, mayat perokok akan lebih lama menyatu dengan tanah ketimbang mayat orang yang tidak merokok. Begitulah simpulan para ahli forensik dari University of Wolverhampton, Inggris, yang mengadakan serangkaian penelitian untuk menentukan secara pasti waktu kematian dalam kasus-kasus mencurigakan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1dyj2ldaVuI4jm3cndeEZqxtbajoKpGvQsAyOlHzQvNFLa-h2WLzkfb5vdkL6XSWDFiECJzJ22G-y0mJ5oaFuj5osfTAV0wMNZxP_VJyuJEauwFwggWXDAf7tBCvydnaIOOSI8h0f41U/s1600/ilustrasi_100702075417.jpg

Menghitung interval post-mortem (PMI) - waktu yang telah berlalu sejak seseorang telah meninggal – merupakan salah satu bagian terpenting dari informasi yang akan didirikan dari TKP, dan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk mencari tahu. Karena semakin lama mayat ditemukan, metode yang selama ini digunakan semakin tidak akurat.

Terlebih lagi, saat tubuh dimakamkan di kuburan rahasia, metode untuk menentukan PMI bisa menjadi tidak dapat diandalkan untuk berbagai alasan: aktivitas serangga membuahkan tanda yang menjadi kurang dari yang diharapkan, atau akan sulit untuk mengatakan apakah tubuh dipindahkan dari lokasi lain.

Christopher Rogers dari University of Wolverhampton, Inggris, yang memimpin penelitian menyebut tiap bagian tubuh ternyata memiliki “masa hancur” yang beragam. Dia mencontohkan tulang rawan, karena tidak mendapatkan pasokan darah, maka akan rusak lebih lambat dari jaringan lain.